LAUNCHING BUKU: KEMELUT POLITIK DI BALIK ASAP

Dwi Iswandono, Sarwono Kusumaatmadja, Bambang Putranto

Toko Buku Aksara

Jalan Kemang Raya No. 8B, Kemang, Jakarta Selatan

Sabtu, 12 Mei 2007

Pukul 14.00 – 17.00

 

Penyebab utama meningkatnya suhu bumi secara drastis adalah kegiatan
industri dan teknologi yang melepaskan karbon dan gas rumah kaca lainnya

dalam jumlah berlebihan dan menumpuk tebal di atmosfir. Salah satu kontribusi besar Indonesia terhadap penumpukan karbon adalah karena pohon yang seharusnya secara alami 'memakan' karbon, kini makin langka jumlahnya akibat pemanfaatan kayu hutan dan lahan bekas hutan secara serampangan. Kebakaran hutan adalah bencana nasional yang terjadi karena faktor kesalahan manusia yang tidak lepas dari unsur politik dan ekonomi.

 

Bukankah skala bencana demikian besar seharusnya dapat dihindari? Selain perubahan yang dibutuhkan dalam pemerintahan, perusahaan dan organisasi lingkungan hidup, perubahan apa yang harus terjadi di tengah masyarakat, sebagai tanggapan terhadap peningkatan suhu bumi?

Sebagai warga negara tentunya kita perlu paham tentang akibat-akibat dari gejala pemanasan bumi dan merumuskan strategi bersama untuk mendorong dunia usaha maupun pemerintah supaya lebih serius dan proaktif melaksanakan komitmennya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan menumpulkan banyaknya akibat negatif yang disebabkan oleh gejala tersebut.


Aksara Goes Green mengundang Anda dalam peluncuran buku

KEMELUT POLITIK DI BALIK ASAP: REFLEKSI ATAS BENCANA NASIONAL KEBAKARAN HUTAN 1997/98

dan diskusi yang menghadirkan para penyusunnya; Dwi Iswandono (penulis), Mantan Menteri Lingkungan Hidup yang juga Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan DKI Jakarta, Sarwono Kusumaatmadja, dan Bambang Putranto (penyunting).

Pada sesi coffee break ini, mereka akan berbicara mengenai bencana nasional kebakaran hutan 1997/1998 serta perubahan yang dibutuhkan dalam kebijakan pemerintahan, perusahaan, organisasi lingkungan, maupun dalam gaya hidup dan proses pembuatan keputusan sehari-hari masyarakat awam, khususnya di kota Jakarta, sebagai tanggapan terhadap terjadinya peningkatan suhu bumi dan perubahan iklim.


Untuk konfirmasi kehadiran dan pertanyaan lain, mohon hubungi Dian di 7199283

Kopi/teh dan makanan ringan akan dihidangkan.

Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut bayaran.


17 CommentsChronological   Reverse   Threaded
javaman63 wrote on May 11, '07
congrat's sir for the launching...semoga sukses!!
akupemimpiulung wrote on May 11, '07
saya doakan sukses pak!
dewi2805 wrote on May 11, '07
maxbona wrote on May 11, '07
Selamat Pak, sayang saya sudah punya jadwal keluar kota. Kalau tidak saya mau datang. Semoga acaranya sukses.
sarwonokusumaatmadja wrote on May 11, '07
Terima kasih ya atas ucapan dan harapannya. Untuk yang bisa datang, saya tunggu besok.
heru1745 wrote on May 12, '07
saya tertarik dengan buku ini, semoga tidak hanya laris tapi juga nyaris atau bahkan sadar betul akan lingkungan yang semakin membahayakan kehidupan ini. bravo buat bapak sarwono semoga acara launching sukses selalu.
lucilenan wrote on May 14, '07
Selamat dan semoga sukses selalu!!!
kalipaksi wrote on Jun 7, '07
Selamat, Pak.. Sayangnya saya jg pas ada jadwal ke luar kota, ....
mjsokartara wrote on Jun 14, '07, edited on Jun 15, '07
Congratulation atas peluncuran bukunya Pak!


Ass Wr Wb,
Terlambat dong sudah harinya Pak:Sarwono yang terhormat,kan kini sudah Juni 2007?!
Salam kenal dariku yang telah mengenal namanya Bapak tapi belum pernah ketemu muka.
Siapa tahu suatu hari,barangkali ya!?
Tapi.....aku jadi''kaget''juga nih,apaka Pak Sarwono masih punya waktu membalas atawa bermain di Multiply ini.Kan kesibukan Bapak di Politik gimana.Udah''berhenti''kali ya Pak?.
Maaf aku si orang Medan yang lancang mulutnya(mulutku maksudku,pen).
Jusuf.-
ps:Wah kepengen punya buku:Kemelut Politik Di Balik Asap.Gimana caranya untuk mendapatkannya?Aku di Belanda,sementara bukunya ada di Jakarta?
Yo wies....siapa tau.....!
walojamotor wrote on Jul 12, '07
Wah Om Sarwono ini walaupun udah gak jadi menteri namun spirit untuk Save Mother Naturenya masih hebat. Salut deh untuk Om.
Ngomong-ngomong pembalakan di Kalimantan masih banyak lho. Walaupun gak sehebat dulu Namun temen saya yang baru habis pulang kerja di hutan ngomong bahwa polisi hutannya masih sesekali melegalkan. Terus nasib kayu kita yang distempel Made in Malaysia or Singapore gimana pak? benang kusutnya sebenarnya gimana sih pak? Padahal di tengah hutan itu juga ada kamp pembalak yang operasinya melewati HPH nya.
w12n77 wrote on Jul 26, '07
Pak harapanku mudah2an para mafia illegal loging di Indonesia bisa diberantas. Alam Indonesia cantik , sayang kalau dalam kurun waktu beberapa puluh tahun kedepan kita malah jadi gurun pasir.
yulyanidewi07 wrote on Oct 25, '07
Assalamualaikum bapak senang akhirnya ketemu blog bapak selamat atas terbitnya buku bapak. Btw, mestinya pemerintah juga menyadari akan potensial bencana yang bisa terjadi di indonesia ya pak tidak hanya penebangan pohon secara liar dan juga pemanasan global tapi juga berbicara mengenai pengendalian bencana perlu juga dipikirkan (indonesia kan tempat perlintasan sircum pasific dan sircum midetarania tuh) mestinya kita belajar dari jepang yang juga rawan gempa dengan membangun rumah atau fasilitasnya berdasarkan perhitungan untuk lebih kuat menghadapi gempa termasuk penanaman tanaman bakau di sepanjang pantai indonesia untuk menghindari tsunami ya kan pak ! hehehe kok malah ngelantur ini ya udah pak selamat atas peluncuran bukunya salam kenal dari surabaya. wassalamu'alaikum wr.wb
herdhis wrote on Jan 20
Sahalam
Saya bangga dengan bapak yang concern dengan global warming dan isu pengrusakan alam ini. Saya jadi ingat kembali apa yang telah dikatakan oleh Jared Diamond dalam bukunya Collapse, dimana Indonesia menjadi salah satu spots yang dimungkinkan akan mengalami " collapse" jika tidak mau menentukan pilihan yang tepat. Saya sedih pak baca buku tersebut karena sang author menulis tentang kesalahan kebijakan yang telah diperbuat oleh "negara" salah satunya adalah deforestation hutan indonesia . Di buku tersebut juga dihubungkan dengan KKN yang menurut saya musuh yang pertama dan hraus diperangi.
Saya berdoa bapak bisa jadi presiden di pilpres 2009. Sayayakin bapak punya kekuatan untuk mengatasi maslah ini .
Selamat atas launchingnya pak , pasti kelak saya baca deh gagasan bapak ini.
nyucrukgalur wrote on Apr 19
wah...Pak Sarwono. Boleh dong bagi bukunya. Bisa jadi referensi pada kuliah Ekologi Manusia untuk mahasiswa saya.
Sebab gagasannya bagus sekali..

Salam
utara19 wrote on Apr 30
he..he..he..

di negeri ini cara efektif agar terlihat pinter dari orang lain adalah dengan membiarkan banyak kebodohan di masyarakat :D
kampoengmanik wrote on Jun 22
Ada berita baru apalagi ya Pak. Kami rakyat dari Kalimantan menunggu kebijaksanaan tentang pembalakan liar hutan, hutan yang selalu terbakar pada saat musim kemarau, listrik yang byar pet, maupun air bersih yang kurang memadai....
s4habat wrote on Jul 10
Salam kenal Pak Sarwono, Anda adalah salah seorang dari sedikit tokoh Indonesia yang saya kagumi. Selamat atas diluncurkannya buku Bapak, semoga bisa bermanfaat dalam kehidupan nyata bangsa ini yang sudah carut marut oleh berbagai masalah yang datang menghantam dari segala arah, baik dari segi , politik, ekonomi, sosial budaya, bencana alam serta stabilitas nasional dsb. Entah harus mulai dari mana untuk bisa menata nya kembali paling tidak menjadi sedikit lebih baik. Dan saya rasa orang2 pintar seperti anda inilah yang memiliki terobosan2 baru serta solusi yang nyata, demi kelangsungan dan kelanggengan hidup masyarakat dan bangsa Indonesia untuk menjadi lebih baik, bukan hanya sekedar teori, akan tetapi juga untuk mendidik serta membuka mata masyarakat bahwa tidak bisa hanya dengan duduk berpangku tangan saja tanpa berbuat apa2, kita mengharapkan segala sesuatunya bisa berubah menjadi lebih baik dengan sendirinya, itu adalah hal yang mustahil. Tapi berbuat lah selagi kita bisa, sesuai dengan kemampuan dan potensi kita, serta ruang gerak yang yang kita miliki, di mulai dari lingkungan disekitar kita. Goodluck Pak Sarwono!!!
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help