Blog EntryHarini Bambang WahonoNov 27, '06 3:07 AM
for everyone

Namanya Harini Bambang Wahono. Wanita ini kini usianya 75 tahun, dan warga kampung Banjarsari di Cilandak Barat, Jakarta Selatan, sangat menghormatinya. Bagi saya Harini adalah salah satu contoh bagaimana sebuah sikap konsisten, sebuah integritas, dapat berujung pada suatu inisiatif lokal yang sangat berarti bukan saja bagi lingkungan masyarakat sekitarnya, tetapi juga bagi masyarakat kota Jakarta pada umumnya. Paling sedikit dia dapat menjadi sebuah inspirasi.

 

Komitmen Harini di lingkungan hidup sudah berlangsung puluhan tahun. Setidaknya sejak dia pindah ke Jakarta tahun 1980, di mana dia mulai membangun lingkungan yang hijau dan bersih di sekitar tempat tinggalnya, di Banjarsari. Pada tahun 2000 dia mendapat penghargaan Juara Nasional Konservasi Alam dan Penghijauan yang diselenggarakan Departemen Pertanian dan Kehutanan. Pada tahun 2001, ia dianugerahi penghargaan Kalpataru dari Presiden Megawati.

 

Meski usianya sudah lanjut, ia masih bisa berbagi pengetahuannya tentang lingkungan dengan fasih. Selain sering diundang sebagai pembicara di berbagai forum, ia juga membuka kelas untuk penghijauan dan pengolahan sampah di rumahnya. Tiap hari ia menyediakan waktu untuk mengajar antara jam 9 pagi hingga jam 2 siang. Tua hingga muda, guru dan murid, pejabat pemerintahan daerah dan kalangan masyarakat lain sangat bersemangat untuk belajar padanya.

 

Harini tidak bergabung dalam satu kelompok atau lembaga apa pun. Dia bergerak sendiri. Di bawah namanya, pada kartu namanya, hanya tertulis Masyarakat Peduli Lingkungan. "Saya sendiri saja. Kalau saya butuh bantuan dari sebuah instansi, ya saya datangi sendiri. Justru karena sendiri, saya banyak ditolong orang," suatu kali ia pernah berkata.

 

Salah satu lembaga yang pernah menolongnya adalah UNESCO, lembaga PBB yang mengurusi masalah pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Sejak tahun 1996 hingga akhir 2003, dia mendapat bantuan UNESCO untuk membagikan pengetahuan soal daur ulang sampah di rumahnya. UNESCO bersedia memberikan bantuan karena dia menjadi pelatih pengelolaan sampah terpadu, yang merupakan salah satu program UNESCO. Dan, UNESCO melihat bagaimana Harini mengelola sendiri sampah rumah tangga menjadi kompos dan kemudian menggerakkan masyarakat sekelilingnya untuk mengelola sampah. Bagi Harini, “Sampahku adalah masalahku.” Hingga sekarang dia konsisten dengan sikap ini.

 

Pada tanggal 23 September 2004, di bawah judul The Green Experience of Banjarsari, UNESCO pernah menulis sebuah feature tentangnya sebagai berikut:

 

Over the last 8 years UNESCO has been supporting local communities in the vicinity of Jakarta in their efforts to develop and implement simple environmental principles in the context of sustainable village development. Among others, the small kampung (village) of Banjarsari— located only few metres away from the usually traffic-congested Fatmawati Road in South Jakarta— became an inspiring role model in community-based waste management. According to Banjarsari`s inhabitants the 4R-philosophy "reducing, reusing, recycling and replanting" did not only increase their income and quality of life, in addition the community developed an intense sense of pride over their joint achievements.

 

Over the last years the steeply increasing number of visits by women groups, school classes, journalists, university students, religious leaders, province representatives from all over Indonesia, private company managers, government officials and even Cabinet Ministers indicate the strong interest of the public in the simple lessons of success, which are willingly and enthusiastically shared by the Banjarsari community and its inspiring coordinator, Ibu Harini Bambang Wahono. Her long experience shows, that most of the visitors— despite their wide range in age and educational background— know very little about waste management on the grass roots level. This is not surprising, since even basic principles of environmental education have not been adopted so far in most public schools and on the community level.

 

On the other hand many visitors are aware that their household waste has become a critical political issue in Jakarta: The lack of appropriate waste dump capacity in the vicinity of Jakarta for its daily 6000 tons of solid waste led to heated political debate and a three months stand off between municipal and provincial governments in the beginning of 2003. Jakarta’s inhabitants were assuming the worst for the case that waste collection and transport were going to collapse, when a final compromise was reached on extended use of the Bantar Gebang waste dump in Bekasi. The positive Banjarsari experience suggests, that it is high time to include the practices of decentralized integrated waste management both in school activities and in neighbourhood association programmes. Such ‘small steps’ may turn out to play a crucial role in addressing Jakarta’s waste problem constructively over the coming years.


19 CommentsChronological   Reverse   Threaded
tehtina wrote on Nov 27, '06
Mudah2an generasi muda bisa belajar banyak dari beliau...Semoga lingkungan kita tetap "asri" ya Omah.....!!!
Peluk hangat untuk Omah !!!!!!!
jazzterday wrote on Nov 27, '06
..sebuah inspirasi bagi kami sbg kaum muda..
dianabagus wrote on Nov 27, '06
Hebat !! Alangkah indahnya kalau semua orang menjadi Ibu Harini.
Sun sayang untuk nenek Harini....
esduren wrote on Nov 27, '06
Kampung Banjarsari-nya Bu Bambang jadi salah satu case study saya sekarang, sebagai salah satu teladan utama swadaya masyarakat dalam mengolah lingkungan permukimannya. Saya berniat membuat aktivitas serupa (terutama pengolahan sampah) di Bandung nanti, semoga bisa menulari yg lain juga! :D
rinrinjamrianti wrote on Nov 27, '06
wah saluuuut buat Ibu/Nenek Harini... usia bukan hambatan, makin tua makin semangat... contoh teladan yg baik buat Ibu/nenek yang lain dan buat kaum muda tentunya...
Contoh yg baik juga buat pendatang kota jakarta.... datang ke jakarta memberi kontribusi yg positif hehe... Pa Sarwono entar kl jadi gubernur...tolong diperhatikan orang2 seperti Ibu/Nenek Harini ini ya, :-)
srisariningdiyah wrote on Nov 27, '06
salut untuk ibu Harini.... :)
dhiankomala wrote on Nov 27, '06
semoga masih banyak harini harini lain yg peduli dgn lingkungan hidup..
inirina wrote on Nov 28, '06
coba di Indonesia banyak harini-harini muda....
salut buat ibu harini
findinghani wrote on Nov 29, '06
Saya pernah membaca mengenai kegiatan Ibu Harini dibeberapa media. Salut untuk beliau.
Pak, bagaimana cara menghubungi beliau. Insya Allah tahun depan ketika saya pulang penelitian ke Indonesia, saya berkeinginan untuk mengunjungi dan belajar dikelas yang beliau disediakan.
togie wrote on Nov 29, '06
daku mah paling seneng kalo ketemu orang yang daku kagumi dan akhirnya pingin daku contoh
sarwonokusumaatmadja wrote on Dec 11, '06
semoga masih banyak harini harini lain yg peduli dgn lingkungan hidup..
Betul, kita jangan samai kehilangan harapan. Thanks ya Dhi.
arishu wrote on Dec 20, '06
Seperti yang lainnya, saya juga salut dengan upaya ibu Harini. Salam hormat untuk beliau. Utk Pak Sarwono, kalau nanti bapak jadi Gubernur upayakan agar di Jakarta terdapat lebih banyak hutan/taman kota. Biar lingkungan hidup di Jakarta jadi lebih bersih dan menyehatkan. Bukan mall-nya yang lebih banyak dari hutan/taman seperti sekarang ini.
forumkemanusiaan wrote on Mar 14, '07
kami akan ajak anak2 kampung rawa untuk piknik ke kampung Bu Harini, saya boleh tau no kontak beliau pak ?
sarwonokusumaatmadja wrote on Mar 26, '07
Saya pernah membaca mengenai kegiatan Ibu Harini dibeberapa media. Salut untuk beliau.
Pak, bagaimana cara menghubungi beliau. Insya Allah tahun depan ketika saya pulang penelitian ke Indonesia, saya berkeinginan untuk mengunjungi dan belajar dikelas yang beliau disediakan.
Untuk menghubungi Ibu Harini, Hani bisa menelepon ke nomor telepon; 021 7691301
Ini nomor telepon beliau langsung :)
sarwonokusumaatmadja wrote on Mar 26, '07
kami akan ajak anak2 kampung rawa untuk piknik ke kampung Bu Harini, saya boleh tau no kontak beliau pak ?
Nomor telepon Ibu Harini; 021 7691301
Mudah-mudahan bermanfaat ya :)
va2212 wrote on Apr 26, '07
Hebat banget ya pak... Salut dan salam kagum serta hormat saya kepada beliau...

Seandainya ini bisa menjadi program pemerintah pak...
lafamillegoldbach wrote on Jul 3, '07
Pak Sar ini adalah ibu kos saya Pak...sewaktu saya masih di Jakarta dulu..duh jadi jadi kangen sama bu Bambang..orangnya baik dan lembut...beliau memang aktif sekali di Banjarsari ...salam ya pak kalo berkesempatan ke Banjarsari lagi..
supeh wrote on Nov 2, '07
duh pengen bgt bisa kayak bu harini=)
dari dulu sebenernya saya pengen ikut kegiatan kayak gini, tp bingung gmn caranya.
apalagi soal buang sampah,saya paling anti bgt yg namanya buang sampah sembarangan!
tjutfidelia wrote on Apr 29
Luar biasa, bangga rasanya melihat wanita Indonesia yang bergerak melakukan sesuatu untuk masyarakat dan lingkungannya. Apalagi sampai mengharumkan nama bangsa seperti dapat masuk dalam feature lembaga dunia. Salut!
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help