Budaya dalam pemerintahan dari tingkat pusat hingga ke tingkat daerah yang selama ini menempatkan posisi pemerintah atau pejabat pada level yang lebih tinggi di atas posisi rakyat, tampaknya harus segera diakhiri. Pejabat yang digaji dengan uang rakyat itu, sudah semestinya menjadi pelayan rakyat. Posisi pejabat pemerintahan harus dibalik menjadi di bawah posisi rakyat. Karena itu, bagi siapa pun yang ingin menjadi pejabat, maka ia harus siap menjadi pelayan rakyat.
Pendapat tersebut disampaikan oleh Bupati Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Ir. Basuki T. Purnama, alias A Hok, hasil Pilkada 18 Juni 2005 yang lalu. Mantan anggota DPRD Kabupaten Beltim dari Partai PIB (PPIB) ini mengatakan bahwa ia akan bekerja maksimal bersama masyarakatnya untuk membangun Beltim tanpa mempersoalkan berbagai perbedaan yang ada.
Kelahiran 29 Juni 1966 ini menuturkan bahwa kemenangannya dalam Pilkada itu bukan suatu prestasi yang patut dibangga-banggakan. Menurutnya, yang terpenting adalah bekerja maksimal bersama semua pihak, baik yang memilih maupun tidak memilihnya dalam proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang lalu. Bagaimana ia akan memimpin masyarakat Beltim, dan apa prioritas kerjanya setelah terpilih sebagai Bupati Kabupaten Beltim? Berikut wawancara singkat bupati baru Kabupaten Beltim ini ketika dihubungi PPIB Online melalui telepon di sela-sela kesibukannya.
PEMDA HARUS PROFESIONAL
"Selamat" Anda berhasil memperoleh suara terbanyak dalam Pilkada Kabupaten Beltim. Empat pasang calon telah Anda kalahkan. Lalu apa langkah priorias yang akan Anda lakukan sebagai Bupati baru Kabupaten Beltim nanti?
Kita ingin membuat aparat dan birokrasi pemerintah daerah (Pemda) menjadi profesional dalam melayani masyarakat. Jadi birokrasi Pemda Beltim harus profesional, dan akan kami buat seperti yayasan sosial yang harus melayani anggota atau pemiliknya, yang dalam hal ini adalah rakyat itu sendiri.
Kami ingin semua serba jelas dalam pelayanan terhadap masyarakat. Misalnya dalam pengurusan izin atau dokumen harus jelas berapa biayanya, berapa lama waktunya dan sebagainya, semua harus serba jelas dan transparan. Termasuk semua bantuan yang masuk di wilayah kami, seperti Raskin (Beras untuk masyarakat miskin) yang selama ini tidak tepat sasaran, maka pada masa pemerintahan saya nanti harus tepat sasarannya.
Apa upaya Anda untuk membuat penyaluran bantuan ataupun pelayanan kepada masyarakat bisa tepat sasaran?
Saya akan terjun ke tengah-tengah masyarakat untuk menggali aspirasi masyarakat.
Mengapa Anda memprioritaskan pada kualitas aparatur Pemda?
Saya termasuk orang yang akan terus mengobarkan semangat Bung Karno, bahwa 'revolusi' belum selesai. Selama ini masyarakat hidup 'dalam jajahan negara', yaitu, hak pendidikan maupun hak kesehatan tidak diberikan. Karena itu, saya akan memimpin revolusi itu. Saya ingin memimpin revolusi ini dengan jalan melalui kotak suara, bukan dengan peluru.
Bagaimana persisnya?
Poin saya adalah, saya ingin Ordo yang selama ini menempatkan posisi negara atau pemerintah berada di atas sekarang harus dibalik, yaitu posisi pemerintah atau pejabat harus di bawah posisi melayani rakyat. Pemerintah atau pejabat harus ditempatkan posisinya di bawah rakyat, yaitu sebagai pelayan rakyat. Artinya, pejabat harus menjadi pelayan semua kepentingan rakyat. Karena itu, siapa yang ingin menjadi pejabat, maka ia harus bersedia menjadi pelayan rakyat!
Bagaimana pendekatan kepemimpinan Anda terhadap masyarakat Beltim baik yang telah memilih atau tidak memilih Anda pada Pilkada yang lalu?
Saya akan menjadi Bupati untuk semua masyarakat Beltim, baik yang memilih atau yang tidak memilih saya. Saya tidak akan membeda-bedakan masyarakat. Ini adalah proses demokrasi yang harus dihargai dan tidak perlu membeda-bedakan dan melihat masa lalu sebagai hambatan untuk melihat masa depan.
Apakah Anda puas dengan prestasi Anda dalam Pilkada yang lalu?
Saya tidak akan berpuas diri dengan keberhasilan itu. Kemenangan dalam Pilkada ini bukan prestasi yang patut dibangga-banggakan karena masih banyak pekerjaan yang menantang dan perlu keseriusan serta daya juang yang lebih tinggi lagi. Karena itu, saya akan segera bekerja secara maksimal dan bersama-sama dengan seluruh masyarakat untuk membenahi Beltim.
Bagaimana caranya untuk mencapai misi tersebut?
Saya melihat negara seperti Singapura berhasil disegani karena profesionalismenya dalam menata birokrasinya dengan baik, tegas, dan cukup efisien. Begitu pula dengan Malaysia, cukup berkualitas birokrasinya, bahkan pluralismenya cukup dijunjung tinggi. Jadi, intinya adalah kami akan memperjuangkan pembangunan birokrasi yang profesional.
Apa tujuan akhir yang ingin Anda capai dalam pembangunan birokrasi yang profesional itu?
Investasi menjadi salah satu tujuannya. Dengan masuknya investasi pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena bisa menciptakan lapangan kerja. Dengan terbukanya lapangan kerja, maka kemampuan masyarakat untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan pendidikannya juga bisa meningkat. Tentu Pemda juga mempunyai kewajiban untuk membangun fasilitas pendidikan dan kesehatan itu.
Di republik ini kesehatan dan pendidikan selama ini telah menjadi milik orang kaya dan kuat. Di Beltim sendiri, kami berkeinginan untuk mendengar dan melihat yang miskin dapat berkata "aku kaya", dan yang lemah dapat berkata "aku kuat", karena mampu menikmati kesehatan dan pendidikan yang merupakan hak manusia yang paling mendasar.
Bagaimana langkah konkritnya dalam alokasi anggaran di APBD-nya?
Untuk mencapai hal itu, dalam menyusun anggaran Pemda akan mengalokasikan 20 persen dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) di bidang pendidikan dan mengasuransikan seluruh rakyat dengan bekerja sama dengan PT Askes, melalui bantuan kompensasi pengurangan subsidi BBM dari pemerintah pusat, APBD, dan pihak swasta.
Dalam penyusunan APBD sektor kerja pendidikan dengan target utamanya adalah setiap anak minimal harus tamat SMU atau sederajat. Artinya, yang tidak mampu akan disubsidi oleh siswa yang mampu dan oleh biaya pemda. Dan untuk penghasilan guru honor baik di sekolah swasta atau negeri harus mendapatkan penghasilan yang memadai.
Apakah Anda juga berfikir untuk menjadikan Beltim sebagai kawasan industri, atau kawasan komersil lainnya seperti pariwisata atau bidang lainnya?
Tentu saja. Beltim mempunyai daerah atau wilayah yang potensial bisa dijadikan kawasan bisnis. Di Desa Air Kelik, Manggar dan Dendang dapat dijadikan pusat kawasan industri hilir dari minyak kelapa sawit dan pusat penyimpanan minyak tersebut yang dihasil dari seluruh pabrik CPO yang berada di Belitung.
Ada juga Sungai Lenggang. Sungai ini ada di di Kecamatan Gantung. Kawasan ini bisa dijadikan dermaga umum. Sementara lahan bekas pasir di Desa Selingsing, Gantung, bisa digunakan sebagai pergudangan, pabrik, kawasan industri, untuk menunjang pulau Jawa maupun kepentingan ekspor ke wilayah Asia Tenggara dan Asia Pasifik. Ibukota kabupaten, yaitu kawasan Manggar bisa menjadi pusat pelayanan jasa dan pemerintahan di samping pengembangan industri kelautan dan perikanan terpadu.
Kalau kita lihat di Medan ada Kawasan Industri Medan (KIM), maka di Beltim ada Kawasan Industri Air Kelik (KIAK), jika aliran pipa gas Natuna ke pulau Jawa direalisasikan, maka KIAK ini bisa memanfaatkan bahan bakar gas bagi industrinya, juga akan menjadi pusat tenaga listrik tenaga gas untuk keperluan listrik di seluruh Belitung.
Jadi Beltim ditargetkan dalam jangka pendek dapat mengambil alih porsi fungsi industri dan pelabuhan Singapura untuk pasar Indonesia, dan dalam jangka panjang dapat menjadi pesaing Singapura dan Johor, Malaysia dalam melayani pasar Asia Tenggara dan Asia Timur jauh. Dalam hal Pariwisata di Beltim akan menjadi tujuan lanjutan setelah Singapura dan Malaysia, dengan menjadikan rute penerbangan Singapura-Belitung-Jakarta dan Kuala Lumpur-Belitung-Jakarta.
Kebijakan apa yang akan Anda tempuh untuk merealisasi rencana tersebut?
Untuk melaksanakan misi-misi itu diperlukan garis-garis kebijakan yang jelas, sehingga diharapkan semua kepala dinas dan staf di pemda nantinya dapat dengan jelas dan tepat dalam mengambil keputusan untuk mewujudkan hal tersebut. Dan kebijakan yang akan diambil sudah kita rencanakan dengan matang dan sudah tersusun tinggal menjalankan saja. Kebijakan-kebijakan yang tepat sekalipun dalam pelaksanaannya tidak sempurna, rakyat masih dapat menikmati kesejahteraanya.
POLITIK AKAL SEHAT
Sejauh mana Anda optimis bisa merealisasi semua misi tersebut, karena dalam Pilkada tidak semua kekuatan atau elemen mendukung Anda?
Saya optimis, karena pada dasarnya masyarakat Beltim cerdas dalam melihat persoalan daerahnya tanpa melihat perbedaan. Buktinya, pada Pilkada yang lalu, masyarkat Beltim tidak melihat unsur SARA untuk menentukan pilihannya. Mereka menggunakan akal sehatnya untuk menentukan apa yang menjadi pilihan politiknya.
Apa yang Anda lakukan selama ini untuk mendidik masyarakat agar menggunakan hak pilihnya dengan baik?
Sebenarnya saya harus berterimakasih kepada PPIB yang mencetuskan politik akal sehat. Politik akal sehat sudah membuktikan bahwa di Indonesia bisa berjalan, dimana masyarakat bisa membedakan secara jernih antara kepentingan kelompok dengan kepentingan bersama sehingga mereka tidak melihat SARA sebagai alasan untuk memilih atau tidak memilih. Peran ideologi politik akal sehat ini sangat besar dalam mencerdaskan masyarakat menempatkan pejabat pada posisi
Kenapa pilihan rakyat banyak jauh pada Anda? Apa yang Anda sampaikan kepada masyarakat?
Itu pilihan rakyat yang tidak bisa kita intervensi. Kami hanya mendidik rakyat untuk memilih figur yang visi dan misinya yang jelas. Kami didik mereka bisa cerdas memilih tanpa melihat SARA (Suku, Agama, Ras, Antar-golongan-red). Kami berhasil dari hasil didikan itu. Kami mengatakan bahwa kalau menginginkan 'kucing' yang bisa menangkap 'tikus', maka jangan pikirkan 'kucing' itu harus 'berwarna' apa? Yang perlu dipikirkan adalah 'kucing' yang memang mampu menangkap 'tikus'.
Apa kesan istimewa Anda dalam Pilkada ini, terkait dengan kemenangan Anda?
Saya hanya senang karena saya dari PPIB konsisten mendidik rakyat. Memang pada pemilu legislatif kami kalah, namun pada Pilkada ini, kami bisa menang karena rakyat makin cerdas. Rakyat akhirnya tahu bahwa PPIB tidak pernah memberikan janji, tapi bukti diberikan dengan bekerja sebaik mungkin.
Sejauhmana peran politik akal sehat mengantarkan Anda sebagai Bupati Beltim ini?
Keberhasilan saya memenangkan Pilkada Kabupaten Beltim ini didukung oleh peran politik akal sehat yang dikembangkan oleh Partai PIB. Politik akal sehat yang mendidik masyarakat untuk berfikir jernih dan rasional, telah berhasil disosialisasikan dengan baik di Kabupaten Belitung Timur. Masyarakat telah berhasil dididik untuk memilih figur dengan visi dan misi yang jelas. Kita didik mereka agar bisa cerdas dalam memilih tanpa melihat SARA. Kita berhasil dari hasil didikan tersebut, yaitu melalui Politik Aakal Sehat yang dikembangkan Partai PIB.
TIDAK ADA MONEY POLITICS
Bagaimana strategi politik sehingga rakyat memilih Anda?
Saya hanya memberikan pendidikan kepada masyarakat bagaimana caranya memilih bupati dan wakil bupati yang ideal untuk masyarakat di Kabupaten Beltim dalam menghadapi masa seperti sekarang.
Seperti apa Bupati yang ideal itu menurut Anda?
Menurut saya, calon bupati yang hendak dipilih oleh rakyat itu harus memenuhi delapan unsur, atau disebut SMART + M. Yang dimaksud "S" adalah strong connected, yaitu memiliki hubungan yang kuat di segala Bidang. "M"-nya adalah middle age, berusia separuh baya sekitar 35 hingga 50 tahun. "A"-nya adalah actuated dengan penyampaian visi, misi, program yang jelas dan mudah dipahami masyarakat. Lalu "R"-nya adalah rich, yaitu mampu atau kalangan yang berada dari segi ekonomi. Sedangkan "T"-nya adalah talented, yaitu berbakat menjadi pemimpin. Sementara untuk "M"-nya adalah moralism, bermoral atau etika.
SMART + M baru enam unsur, dua unsur lainnya apa?
Ada lagi untuk kalangan pemilih wanita dan kalangan cendekiawan. Para pemilih dari kalangan wanita umumnya suka memilih figur yang masih muda dan tampan. Sedangkan kalangan intelektual, biasanya mereka akan memilih calon yang berpendidikan.
Sebenarnya apa latarbelakang yang membuat Anda tertarik ikut kompetisi dalam Pilkada?
Secara hati nurani saya merasa terpanggil untuk menjadi bupati, karena dalam hati nurani saya rakyat Beltim memanggil saya untuk menjadi bupati mereka guna bersama-sama mewujudkan hak-hak mereka, hal itu terbukti dari perolehan suara dalam pilkada ini. Dan Tuhan juga melalui suara pemilihan ini telah memberikan kepada saya amanah. Dan saya siap untuk menjalankan amanah ini.
Tapi Anda dituding oleh lawan politik Anda dalam Pilkada, bahwa Anda melakukan money politics, persisnya seperti apa?
Tidak ada money politics. Kalau kami melakukan money politics, PPIB bisa mendapatkan kursi banyak pada Pemilu legislatif yang lalu. PPIB adalah partai yang anti money politics. Saya tidak mengerti dari mana mereka menghembuskan isyu money politics? Tidak ada alasan dan dasar untuk menuduh hal itu. Saya saja tidak mau kampanye ke mana-mana pada masa kampanye Pilkada. Lalu, dari mana saya melakukan money politics? Kalau saya pergi ke mana-mana, akan makin dituduh. Untungnya, saya tidak melakukan kampanye door to door sehingga tuduhan itu makin tidak beralasan.
Apa yang akan Anda lakukan terhadap pihak yang menuding Anda melakukan money politics yang tidak mendasar itu?
Kita sudah lapor kepada Panwaslu. Saya serahkan kepada Panwaslu. Lagi pula yang melakukan demonstransi maupun yang menghembuskan isyu negatif sudah ke rumah saya. Mereka meminta ma'af atas kekeliruan mereka melakukan tuduhan yang tidak berasalan itu. Jadi, isyu money politics itu, kini sudah tidak ada lagi.
Apa trik Anda untuk menahan berbagai isyu negatif seputar SARA dan mengawal suara untuk mengantar kemenangan Anda?
Saya melatih orang-orang untuk menghadapi berbagai isyu negatif dan melatih saksi-saksi di lapangan untuk meluruskan kemungkinan adanya isyu negatif dan kecurangan. Kami melatih sekitar 2000 orang lebih untuk menghadapi hal itu.
Pendekatan apa yang akan Anda lakukan terhadap lawan politik Anda pasca kemenangan Anda dalam Pilkada ini?
Saya tidak mau mengingat-ingat itu. Yang penting saya akan bekerja dengan baik untuk memimpin Kabupaten Belitung Timur ini ke arah yang lebih baik bersama-sama dengan semua kekuatan dan elemen masyarakat baik yang mendukung maupun yang tidak mendukung saya dalam Pilkada yang lalu.
Referensi: http://partai-pib.or.id/wmview.php?ArtID=660