ReviewReviewReviewReviewReviewwww.sarwono.netMar 9, '07 4:59 AM
for everyone
Category:Other
dari www.sarwono.net

Sarwono Kusumaatmadja sempat di wawancara oleh B-Watch mengenai visinya tentang Jakarta yang lebih baik.
Berikut hasil wawancara Sarwono dengan Bersihar Lubis, wartawan senior dari Majalah B-Watch.



Sarwono Kusumaatmadja

Jakarta yang Sepi Tapi Sejahtera



Kami ingin lebih dalam lagi mendengar gagasan Anda tentang Jakarta.
Pelabuhan Tanjung Priok itu tidak lagi menguntungkan Jakarta, malah merepotkan dunia perkapalan, industri manufaktur, ekspotir, dunia transportasi, warga, dan Pemprov DKI. Dia menjadi cost center yang sangat mahal dan menciptakan high cost economics. Statistiknya ada.


Jika terpilih menjadi Gubernur DKI, apa yang Anda lakukan?
Saya akan mendukung pembangunan pelabuhan besar di Banten. Sebab dengan begitu, semua industri di Jakarta akan pindah, dan akan ada ruang baru yang bisa ditata lagi. Kawasan Berikat Nusantara di Pulo Gadung juga ikut pindah, dan ruang kosong tertinggal kita tata lagi. Akibatnya, pola transpor berubah sehingga truk-truk besar tidak lagi melewati kota tetapi pingiran kota dan masuk jalan tol dan langsung ke Banten dan langsung ke Bodjonegara. Saya kasihan pada beberapa perusahaan yang mengajukan klaim karena tidak dapat bekerja saat Kawasan Berikat Nusantara tergenang air saat banjir.

Pelabuhan Priok itu sudah menjadi beban. Kami di DPD sudah merumuskan RUU Kepelabuhanan, dan membuka peluang investor baru di bidang kepelabuhanan. Artinya, tak lagi cuma dimonopoli oleh Pelindo. Jika RUU itu disahkan oleh DPR, maka insvestasi pelabuhan dapat dilakukan siapa saja. Intinya adalah Pelabuhan Priok dipindahkan ke Banten, seperti halnya Bandara Kemayoran pindah ke Cengkareng. Andaikata tidak pindah ke Cengkareng, maka Jakarta Pusat terbebani dengan adanya Bandara di situ.

for more go to: http://www.sarwono.net/konstituen.php?id=61
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Makalah Sarwono Kusumatmadja
Disampaikan pada Pendidikan dan Latihan (diklat) Community Development (Pemberdayaan Masyarakat) Sektor Energi Sumber Daya Mineral (ESDM)
Hotel Bina Karsa, Komplek Bidakara, Jakarta Selatan
Kamis 8 Maret 2007 di depan peserta diklat sektor pertambangan




MENGGALANG PARTISIPASI MULTIPIHAK
Sarwono Kusumaatmadja



Berbeda dengan situasi Orde Baru dimana pemerintah pusat berada dalam kondisi kuat serta pengendalian terhadap masyarakat relatif mutlak, maka Indonesia setelah tahun 1998 mengalami perubahan tatanan kekuasaan yang amat berbeda. Jika dahulu pengaruh dialirkan ke semua jurusan dari pusat kekuasaan tanpa adanya umpan balik yang memadai, pada saat ini interaksi pengaruh terjadi secara horizontal. Pusat-pusat kekuasaan juga menjadi banyak, sehingga bagi siapapun, termasuk industri pertambangan dan migas, hubungan dengan masyarakat tidak lagi menjadi kegiatan sampingan yang sederhana, namun dalam banyak hal menjadi pusat perhatian baru yang banyak menyita waktu serta pikiran para pengambil keputusan di tingkat puncak.

Kini-pun kekuasaan bukan hanya milik pemerintah tingkat atas semata namun juga menjadi milik rakyat. Perubahan yang terjadi sedemikian besar membuat banyak perusahaan di bidang industri pertambangan dan migas, apakah asing maupun BUMN terlihat canggung menghadapi perubahan-perubahan ini, sama canggungnya dengan para pejabat pemerintah baik di pusat maupun di daerah karena bagi semua pihak, realita sosial pasca Orde Baru adalah sesuatu yang belum pernah dialami sebelumnya.

for more go to: http://www.sarwono.net/konstituen.php?id=62

--------------------------------------------------------------------------------------------

Saya sedang berpikir untuk mengembangkannya.
Saya minta untuk komentar dan kritikan terhadap website saya ya, sehingga saya bisa memberikan yang terbaik.

Terima kasih :)

12 CommentsChronological   Reverse   Threaded
thetrueideas wrote on Mar 9, '07
proposal solusi banjirnya juga sudah ada khan pak?
afifkhazin wrote on Mar 9, '07
yang penting solusi pencegahan banjir yang dibutuhkan masyarakat Jakarta ketimbang pembangunan mall atau busway, itu saja saran dari saya
tianarief wrote on Mar 9, '07
rencana besar pemindahan pelabuhan tanjungpriok ke banten, boleh juga tuh pak. seperti memindahkan "gula" ke tempat lain, biar semut-semutnya ikut pindah. terus, sudah ada bayangan tentang alokasi dananya, nggak? :)
sepasangmatabola wrote on Mar 9, '07
solusi mencegah bertambah padatnya Jakarta udah ada pak? :)
tianarief wrote on Mar 10, '07
Sahabat Keluarga Anda:)
silviahanum wrote on Mar 10, '07
Pak orang kita kan masih menganut dimana ada gula disitu ada semut..kalau semut nya pindah juga..jadi pemukiman baru lagi ruwet pula , contoh ..kawasan industri pulo gadung..udah banyak perumahan dekat situ..Cikarang,dll
muhammadkarim wrote on May 27, '07
kalau mau cari solusi yg baik bagi indonesia itu: KEMBALIKAN NEGARA INI KE PENJAJAH BELANDA. BIAR BAGUS PEMBANGUNAN NYA. DAN RAKYAT NYA AMAN.TAPI JGN KORUPSI UDH MERDEKA. SEDANGKAN NANGGULANGI BANJIR AJA JAKARTA NGGA BISA.
ndef wrote on Jun 7, '07
kalau jadi gubernur jakarta , tolong direalisasikan pak, akses kereta ke bandara , masa sebesar jakarta ngak punya akses kereta ke bandara ......malu khan, kemacetan dimana mana, mana bisa jakarta menyelenggarakan asian games lagi apalagi olympiade .....
rawins wrote on Jul 21, '07
Lapangan kerja di Jakarta agaknya harus dikurangi pak. Soalnya desa saya jadi sepi, yang tinggal hanya anak-anak dan orang tua. Ramainya desa kami hanya saat lebaran saja. Jangan rebut tenaga-tenaga produktif desa kami terus ya, pak...
pamalayu wrote on Aug 29, '07
maaf pak saya urun rembuk
saya sangat sepakat dengan ide penataan ulang kota jakarta.dan harus jelas dan tegas menentukan fungsi kota jakarta, apakah kota bisnis, pemukiman, pemerintahan atau industri. dan untuk melangkah kearah seperti itu dibutuhkan seorang gubernur jakarta yang tidak hanya mengeruk keuntungan dari mega proyek, akan tetapi diperlukan gubernur yang benar-benar mau membenahi kota jakarta.
maafkan atas kata-kata saya ini.
trims
semoga bapak benar-benar menjadi seorang dewan perwakilan daerah jakarta yang benar-baner dewan perwakilan daerah... amien.
sudarjanto wrote on Dec 28, '07
Kayaknya Demokrasi kita ini Demokrasi Sangat Boros Biaya deh Pak,kita hitung kalau setiap Bupati Walikota harus Pilkada,Gubernur Harus Pilkada terus kapan pembangunan prasarananya, Demokrasi Terpimpin Jauh lebih baik daripada Demokrasi sekarang karena Gubernur dan Walikota cukup diangkat oleh Presiden dan cuma Presiden yang dipilih lewat Pemilu,sehingga dana Pilkada bisa untuk membuat Pabrik didaerah.
evidowns wrote on May 4
Jaman kini banyak generasi pintar yang bukan aja menimba ilmu di negara sendiri tapi juga dinegara orang dan ilmu yang dianut juga macem-2 dari ilmu putih sampai abu-2 dari masak memasak sampai teknologi tapi kok ya kota tempat lahirku tercinta-Jakarta masih banjir air dan kendaraan(maksud: macet)...duuuhhhh

Oia pak...salam kenal dari saya Evi, salah satu anak bangsa...
Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help